Kamis, 08 November 2018

KEUTAMAAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW



Di dalam kitab “An-Ni’matul Kubra ‘alal ‘Alami fi Maulidi Sayyidi Waladi Adam” halaman 5-7, karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami (909-974 H. / 1503-1566 M.), cetakan “Maktabah al-Haqiqat” Istambul Turki, diterangkan tentang keutamaan-keutamaan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

1. Sayyidina Abu Bakar RA. berkata:

من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم كان رفيقي في الجنة

Barangsiapa membelanjakan satu  dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi SAW, maka ia akan menjadi temanku di surga

2. Berkata Sayyidina Umar RA.

من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد أحيا الإسلام

“Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.”

3. Berkata Sayyidina Utsman RA.

من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم فكأنما شهد غزوة بدر وحنين

“Barangsiapa membelanjakan satu dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi SAW, maka seakan-akan ia ikut-serta menyaksikan perang Badar dan Hunain.”

4. Sayyidina Ali RA. berkata:

من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم وكان سببا لقراءته لا يخرج من الدنيا إلا بالإيمان ويدخل الجنة بغير حساب

“Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.”

5. Imam Hasan Bashri RA. berkata:

وددت لو كان لي مثل جبل أحد ذهبا فأنفقته على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم

“Aku senang sekali seandainya aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, maka aku akan membelanjakannya untuk kepentingan memperingati maulid Nabi SAW.”

6. Imam Junaed al-Baghdadi berkata :

من حضر مولد النبي صلى الله عليه وسلم وعظم قدره فقد فاز بالإيمان

“Barangsiapa menghadiri peringatan Maulid Nabi SAW dan mengagungkan derajat beliau, maka sesungguhnya ia akan memperoleh kebahagian dengan penuh keimanan.”

7. Imam Ma’ruf al-Karkhi berkata :

من هيأ طعاما لأجل قراءة مولد النبي صلى الله عليه و سلم و جمع اخوانا و أوقد سراجا و لبس جديدا و تبخر و تعطر تعظيما لمولد النبي صلى الله عليه و سلم حشره الله يوم القيامة مع الفرقة الأولى من النبيين و كان فى أعلى عليين

“Barangsiapa menyediakan makanan untuk pembacaan Maulid Nabi SAW, mengumpulkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, memasang harum-haruman dan memakai wangi-wangian karena mengagungkan kelahiran Nabi SAW, niscaya Allah akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama golongan orang-orang yang pertama di kalangan para nabi dan dia akan ditempatkan di syurga yang paling atas (‘Illiyyin).”

8. Imam Fakhruddin ar-Razi berkata:

: ما من شخص قرأ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على ملح أو بر أو شيئ أخر من المأكولات الا ظهرت فيه البركة و فى كل شيئ وصل اليه من ذلك المأكول فانه يضطرب و لا يستقر حتى يغفر الله لأكله وان قرئ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على ماء فمن شرب من ذلك الماء دخل قلبه ألف نور و رحمة و خرج منه ألف غل و علة و لا يموت ذلك القلب يوم تموت القلوب . و من قرأ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على دراهم مسكوكة فضة كانت أو ذهبا و خلط تلك الدراهم بغيرها و قعت فيها البركة و لا يفتقر صاحبها و لا تفرغ يده ببركة النبي صلى الله عليه و سلم

“Tidaklah seseorang yang membaca maulid Nabi saw. ke atas garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan tampak keberkatan padanya, dan setiap sesuatu yang sampai kepadanya (dimasuki) dari makanan tersebut, maka akan bergoncang dan tidak akan tetap sehingga Allah akan mengampuni orang yang memakannya.

Dan sekirannya dibacakan maulid Nabi saw. ke atas air, maka orang yang meminum seteguk dari air tersebut akan masuk ke dalam hatinya seribu cahaya dan rahmat, akan keluar daripadanya seribu sifat dengki dan penyakit dan tidak akan mati hati tersebut pada hari dimatikannya hati-hati itu.

Dan barangsiapa yang membaca maulid Nabi saw. pada suatu dirham yang ditempa dengan perak atau emas dan dicampurkan dirham tersebut dengan yang lainnya, maka akan jatuh ke atas dirham tersebut keberkahan dan pemiliknya tidak akan fakir serta tidak akan kosong tangannya dengan keberkahan Nabi saw.”

9. Imam Syafi’i, semoga Allah merahmatinya, berkata:

من جمع لمولد النبي صلى الله عليه وسلم إخوانا وهيأ طعاما وأخلى مكانا وعمل إحسانا وصار سببا لقراءته بعثه الله يوم القيامة مع الصادقين والشهداء والصالحين ويكون في جنات النعيم

“Barangsiapa mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mengadakan Maulid Nabi, kemudian menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan untuk mereka, dan dia menjadi sebab atas dibacakannya Maulid Nabi SAW, maka Allah akan membangkitkan dia bersama-sama golongan shiddiqin (orang-orang yang benar), syuhada (orang-orang yang mati syahid), dan shalihin (orang-orang yang shaleh) dan dia akan dimasukkan ke dalam surga-surga Na’im.”

10. Imam Sirri Saqathi berkata:

من قصد موضعا يقرأ فيه مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد قصد روضة من رياض الجنة لأنه ما قصد ذلك الموضع الا لمحبة النبي صلى الله عليه و سلم . وقد قال صلى الله عليه و سلم : من أحبني كان معي فى الجنة

“Barangsiapa pergi ke suatu tempat yang dibacakan di dalamnya maulid Nabi saw, maka sesungguhnya ia telah pergi ke sebuah taman dari taman-taman syurga, karena tidaklah ia menuju ke tempat-tempat tersebut melainkan karena cintanya kepada Nabi saw. Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di dalam syurga.”

11. Imam Jalaluddin as-Suyuthi berkata:

مامن بيت أو مسجد أو محلة قرئ فيه مولد النبي صلى الله عليه وسلم إلا حفت الملائكة ذلك البيت أو المسجد أو المحلة وصلت الملائكة على أهل ذلك المكان وعمهم الله تعالى بالرحمة والرضوان.
وأما المطوفون بالنور يعنى جبريل و ميكائيل و اسرافيل و عزرائيل عليهم الصلاة و السلام فانهم يصلون على من كان سببا لقراءة النبي صلى الله عليه و سلم. و قال أيضا: ما من مسلم قرأ فى بيته مولد النبي صلى الله عليه و سلم الا رفع الله سبحانه و تعالى القحط والوباء والحرق والغرق والأفات والبليات والبغض والحسد وعين السوء واللصوص من أهل ذلك البيت فاذا مات هون الله عليه جواب منكر ونكير ويكون فى مقعد صدق عند مليك مقتدر. فمن أراد تعظيم مولد النبي صلى الله عليه وسلم يكفيه هذا القدر. ومن لم يكن عنده تعظيم مولد النبي صلى الله عليه وسلم لو ملأت له الدنيا فى مدحه لم يحرك قلبه فى المحبة له صلى الله عليه وسلم.

“Tidak ada rumah atau masjid atau tempat yang di dalamnya dibacakan maulid Nabi SAW melainkan malaikat akan mengelilingi rumah atau masjid atau tempat itu, mereka akan memintakan ampunan untuk penghuni tempat itu, dan Allah akan melimpahkan rahmat dan keridhaan-Nya kepada mereka.”

Adapun para malaikat yang dikelilingi dengan cahaya adalah malaikat Jibril, Mika’il, Israfil, dan Izra’il as. Karena, sesungguhnya mereka memintakan ampunan kepada Allah swt untuk mereka yang menjadi sebab dibacakannya pembacaan maulid Nabi saw.

Dan, dia berkata pula: Tidak ada seorang muslimpun yang dibacakan di dalam rumahnya pembacaan maulid Nabi saw melainkan Allah SWT menghilangkan kelaparan, wabah penyakit, kebakaran, tenggelam, bencana, malapetaka, kebencian, hasud, keburukan makhluk, dan pencuri dari penghuni rumah itu. Dan, apabila ia meninggal, maka Allah akan memudahkan jawabannya dari pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir dan dia akan berada di tempat duduknya yang benar di sisi penguasa yang berkuasa. Dan, barangsiapa ingin mengagungkan maulid Nabi saw, maka Allah akan mencukupkan derajat ini kepadanya.

Dan, barangsiapa di sisinya tidak ada pengagungan terhadap maulid Nabi Muhammad SAW, seandainya penuh baginya dunia di dalam memuji kepadanya, maka Allah tidak akan menggerakkan hatinya di dalam kecintaannya terhadap Nabi Muhammad SAW.

BUAH CINTA KEPADA ROSULULLOHﷺ.


Ada seorang pemuda yang pekerjaanya mengangkut barang di pasar. Setiap hari dia menyisihkan sebagian upahnya untuk ditabung. Dan tabungan tersebut dibuka setahun sekali, bukan di malam lebaran, melainkan di malam 1 Robiul Awal.
Uang tersebut sebagian dipakai untuk membeli baju baru, peci baru, minyak wangi baru,dll, sebagian lagi dipakai untuk memesan makanan yang enak di catering untuk porsi 50 orang di tanggal 12 Robiul Awal.

Saat memasuki bulan Robiul Awal, wajahnya kelihatan bahagia sekali. Teman-temannya heran dan bertanya mengapa kelihatan bahagia sekali padahal di hari lahirnya sendiri dia tidak sebahagia ini.

Maka dia menjawab, "Kelahiran saya tidaklah penting, tapi kelahiran Nabi Muhammadﷺ adalah kelahiran hidayah bagi kita semua, kelahiran jalan surga bagi kita.
Jika bukan karena kelahiran Bagindaﷺ, kita tidak akan mengerti jalan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat."

Karena itu mulai awal bulan Maulid, pemuda tersebut terlihat sangat bahagia sekali.

Hingga malam 12 Robiul Awal tiba, dia sholat Isya dan langsung tidur. Kemudian jam 1 malam, dia bangun dan bersiap-siap dengan memakai baju dan perlengkapan yang baru dia beli. Setelah itu, dia membaca sholawat beribu-ribu sholawat sampai menjelang subuh.

Di saat detik-detik kelahiran Rosulullahﷺ, dia berdiri, membaca mahalul qiyam sendirian dengan berlinang air mata. Menyampaikan salam kepada Nabi Muhammadﷺ dengan penuh cinta dan kerinduan.

Saat tiba adzan subuh, pemuda tersebut sholat subuh di masjid. Kemudian dia mengumpulkan teman-temannya untuk membaca maulid dan sedikit menceritakan yang ia tahu tentang Rosulullahﷺ. Ia juga meminta Ustadz untuk menceritakan tentang Nabi Muhammadﷺ. Setelah acara tersebut selesai, mereka semua makan bersama dengan jamuan yang disediakan oleh  pemuda tersebut.

Keesokan harinya dia mulai menabung lagi, begitu seterusnya sampai wafatnya.

Pemuda tersebut wafat sebelum tua dan belum sempat menikah.

Beberapa hari sesudah kewafatannya, seorang temannya memimpikan dia berada dalam kenikmatan yang luar biasa.

 Dia bertanya," Atas amal ibadah apa, kau mendapatkan kenikmatan seperti ini?" 
"Saya tidak tau",jawabnya.

Kemudian dia bercerita, "Ketika masuk alam kubur, saya dibangkitkan dan saya sadar bahwa saya telah mati. Saya juga ingat bahwa sebentar lagi akan didatangi malaikat Munkar  dan Nakir. Saya ketakutan dan gemetar. Lalu dari ujung saya melihat ada cahaya yang semakin mendekat. Saya pikir itu adalah malaikat Munkar dan Nakir. Saya tambah ketakutan. Tapi setelah dekat dan saya bisa melihat wajahnya,  maka hilanglah rasa takut tersebut."

Saya berkata kepada orang tersebut, "kalau saya tau yang datang setampan dirimu, tentu saya tidak akan ketakutan.Saya kira malaikat Munkar Nakir itu sangat menakutkan."

Maka Orang tersebut berkata, "Saya bukanlah Munkar Nakir, tapi saya adalah orang yang kau rayakan hari kelahirannya di bulan Robiul Awal. Saya yang senantiasa kau rindukan dalam hari-harimu. Saya adalah yang senantiasa kau bacakan sholawat dan salam dalam hari-harimu. Semua sholawatan yang kau lakukan itu, diajukan kepadaku. Sampai ketika saya mendengar kabar kewafatanmu,  maka saya meminta izin kepada Allah untuk memberi syafaat kepadamu di dalam kuburmu, sebelum saya memberikan syafaat kepadamu di akhirat nanti. Sebentar lagi Munkar Nakir akan datang kepadamu,  tenangkan hatimu,  saya akan menemanimu"

📚 Sumber ::
Kitab I'natut Tholibin Syarh Fathul Mu'in

Selasa, 06 November 2018

KASIH TAK MENGENAL BENCI


Rabiah, wanita Sufi yang terkenal itu, sering berperilaku aneh. Dalam pergaulan sehari-hari jarang ia melakukan hal-hal yang oleh kaum fundamentalis "tentu" dianggap "tidak wajar". Tidak sesuai dengan kodrat wanita.

Aneh, tapi demikian adanya. Masyarakat kita yang sakit ini merupakan hasil ulah kelompok pria, kaum "Adam" yang konon ditakdirkan untuk "memimpin" wanita. Edan, tapi kaum Hawa, mereka yang "dipimpin" itu, nampaknya juga tidak keberatan. Wanita sudah begitu terbiasa dipimpin, dijajah, diperbudak, sehingga hidup dalam sangkar dianggap sebagai "kodrat wanita."

Tetapi Rabiah adalah seorang pemberontak. Seorang wanita yang sering dikatakan "lemah", yang mungkin lebih tepat dikatakan "lembut" dan Rabiah membuktikan bahwa di balik kelembutan wanita ada kekuatan yang luar biasa. Ia tidak lemah, ia lembut. Kelemahan akan membuat Anda keras. Anda tidak akan melakukan tindakan kekerasan, apabila Anda tidak lemah. Ia yang kuat, dalam arti kata yang sebenarnya, menjadi lembut.

Iman Rabiah kuat, itu sebabnya ia lembut. Para ahli kitab mengkritik dia. Ia pun tidak peduli. Pada suatu ketika, mereka menegurnya, "Kau tidak takut tergoda oleh Setan?"

Ia menjawab, "Hatiku hanya satu, dan yang satu itu sudah kuserahkan kepada Tuhan. Tidak tersisa sesuatu dalam diri ini yang bisa digoda oleh Setan." 

Pada lain kesempatan, mereka mengejek Rabiah, "Sepertinya kau tidak membenci Setan."

Rabiah tersenyum, "Benci? Masih ingatkah kalian, pernah kukatakan bahwa hatiku hanya satu, dan hati yang satu ini sudah terisi dengan Kasih Allah, tidak ada lagi tempat untuk kebencian."

Tidak perlu bersusah payah mengusir kebencian. Hadirkan kasih dan kebencian akan tergusur dengan sendirinya.

Manfaat Silaturrahim


 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ( مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ) .

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shalallahu alahi wa salam bersabda :

Barangsiapa yang ingin mudah (luas) rizkinya dan panjang umurnya hendaklah mempererat tali silaturahim
(HR. Bkhori dan Muslim)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:
  1. Mengharapkan umur yang panjang dan rezki yang banyak adalah sifat umum yang ada pada manusia.
  2. Islam tidak mematikan fitrah manusia akan tetapi mengarahkannya.
  3. Silaturrahim memberikan manfaat duniawi bagi pelakunya sebelum manfaat terbesar di akhirat kelak.
  4. Bolehnya memotivasi seseorang untuk melakukan suatu ibadah dengan menyebutkan manfaat duniawi yang akan didapatkannya.
  5. Diluaskan rizkinya, pertumbuhan, lapang, berkah dan juga bertambah rizqi dengan sebenarnya.
Panjang umur diartikan sebagai:
  1. Berkah umur, di mana seseorang yang senantiasa mendapatkan taufik didalam keta'atan 
  2. Senantiasa dikenang oleh orang walaupun setelah dia meninggal dunia, dengan demikian seakan-akan dia masih hadir bersama kita.
  3. Diartikan makna hakiki di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan baginya takdir mu’allaq yaitu contohnya jika dia tidak bersilaturrahim maka umurnya hanya 50 tahun dan jika dia bersilaturrahim umurnya bisa sampai 60 tahun. 


Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

Bertakwalah kalian kepada Allah dalam silaturahim. 

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. (An-Nisa: 1)

Silaturahim, berbuat baik kepada kaum kerabat dan sanak famili, salah satu syarat besuk masuk surga bersama keluarga.

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ

dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkannya. (Ar-Ra'd: 21)

Panjang umur diartikan makna hakiki di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan baginya takdir mu’allaq yaitu contohnya jika dia tidak bersilaturrahim maka umurnya hanya 50 tahun dan jika dia bersilaturrahim umurnya bisa sampai 60 tahun. 

Hal yang seperti ini telah diisyaratkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam firman-Nya,

يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

Allah menghapuskan apa jua yang dikehendakiNya dan Ia juga menetapkan apa jua yang dikehendakinya. Dan (ingatlah) pada sisiNya ada "Ibu segala suratan".
(QS. Ar-Ra’ad ayat 39)

Senin, 05 November 2018

BEDANYA BELAJAR DAN SADAR



Orang non-Muslim yang diajarkan padanya bagaimana akidah islam akan berubah menjadi orang yang tahu tentang akidah Islam, tapi belum tentu mau menjadi muslim.

Orang yang mendengar nasehat baik akan tahu bahwa suatu tindakan adalah baik, tapi belum tentu jadi orang baik. Sebaliknya, orang bisa diberi tahu segala tindakan yang berakibat buruk, tapi belum tentu dia akan meninggalkannya.

Orang yang mempelajari kitab-kitab akhlak atau tasawuf, akan tahu bagaimana pelajaran akhlak dan tasawuf. Tapi belum tentu akan jadi orang berakhlak, apalagi jadi Sufi.

Orang yang mempelajari gerakan-gerakan bela diri, akan tahu bagaimana teori membela diri. Tapi belum tentu bisa membela dirinya, apalagi jadi pendekar.

Orang yang membaca banyak wawasan, akan tahu banyak sudut pandang. Tapi belum tentu jadi orang bijak.

Tahu itu penting, tapi kalau hanya tahu maka apalah gunanya? Banyak orang tahu yang tak beda dari yang tak tahu.

Tahu adalah hasil dari belajar, tapi menjadi baik adalah hasil dari sadar.

Namun bila yang tahu saja belum tentu sadar, apalagi yang tak tahu??.

Gus Abdul Wahab.

BIOGRAFI KH HASYIM ASY´ARI JOMBANG JATIM { bagian 13 }

 اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎



NGAJI BERSAMA NU

Panggilan-panggilan Hormat untuk KH Hasyim Asy’ari

Saat ini, warga NU kerap menyebut KH Hasyim Asy’ari dengan diawali Hadratussyekh. Ternyata hal itu terjadi pada masa-masa Kiai Hasyim masih hidup. Bahkan beragam pernghormatan dan sebutan disematkan warga NU untuknya.

Ya, Kiai Hasyim memiliki tempat tersendiri yang tidak pernah tergantikan posisinya oleh kiai mana pun. Hanya dia yang mendapat tempat sebagai Rais Akbar NU. Setelahnya hanya menggunakan Rais ‘Aam.

Warga NU mengekspresikan penghormatan kepada KH Hasyim bisa dilihat di majalah-majalah NU. Ekspresi itu muncul pada rubrik semacam opini, liputan pemberitaan, atau ungkapan pada selamat hari raya.

GELAR TIADA MINTA

{1} Hadratusy syekh memang gelar yang paling populer. Namun, ada juga yang menyebutnya sebagai Pemimpin Luhur  Nahdlatul Ulama, Pemimpin Agung Nahdlatul Ulama ( sumber: Berita Nahdlatoel Oelama, tt dan edisi, hanya diketahui tahun ke-10, hal. 8/466 ), ungkapan lain ada yang memanggilnya sebagai Yang Mulia, dan lain-lain.

{2} Pengurus Cabang Purworejo misalnya menyebut KH Hasyim Asy’ari dengan Hadrat Maulana al-A’dham Syekh ( lihat Berita Nahdlatoel Oelama, tidak diketahui tanggal dan tahun edisi, hanya ditemukan tahun ke -10 pada extra pagina khusus ucapan Lebaran, hal 16/496 ).

{3} Ungkapan lainnya adalah Pemimpin Agung NU Paduka KH Hasyima Asy’ari ( lihat: Berita Nahdlatoel Oelama, No. 6 edisi 19 Januari 1941, tahun ke -10, hal 4/83 ).

{4} Yang Mulia Raisul Akbar Hadratul Kiram Syekh ( Berita Nahdlatoel Oelama, No 7 edisi 1 Februari, 1941, tahun ke -10, hal 5 )

{5} Sebutan-sebutan itu berlangsung ketika yang dimaksud hidup. Padahal biasanya gelar-gelar kehormatan berkembang setelah meninggal. Sementara KH Hasyim sendiri menyebut dirinya sebagai al-Faqir Ilallahi Ta’ala ( Swara Nahdlatul Oelama, Jumadil Awwal 1348, h 84 ). Hal ini menunjukkan kebesaran dan pujian untuknya tidak membuatnya sombong, termasuk kepada santri dan kiai lain.

Pada masa muda, Kiai Hasyim adalah santri kelana. Ia belajar dari satu pesantren ke pesantren lain di Jawa dan Madura. Untuk memperdalam ilmu lebih lanjut, kemudian ia belajar di Tanah suci Makkah. Dengan demikian, ia memiliki jaringan pertemanan yang luas. Tidak hanya di pulau Jawa, melainkan Nusantara.

ketika ia pulang ke Tanah Air, kemudian mendirikan pesantren Tebuireng. Pesantren tersebut berkembang dan kemudian dikenal luas ke seantero Nusantara. Tentu karena keharuman dari kedalaman ilmu yang dimilikinya yang jarang ditemukan saat itu pada kiai lain. Sehingga dia mampu menyedot ribuan santri.

sejarah mencatat :  santri Kiai Hasyim mulanya hanya 28 orang pada tahun 1899. Kemudian menjadi 200 orang pada 1910. Pada sepuluh tahun berikutnya, santri berlipat lagi menjadi 2000 orang. & bahkan menurut orang Jepang, pada tahun 1942, murid KH Hasyim Asy’ari diperkirakan 25 ribu orang. 

Tentang pesantren Tebuireng dan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Saifuddin Zuhri menyebutkan bahwa:

Pesantren Tebuireng pada tahun 1939-1940 tetap berada di bawah langit yang cerah dalam masa keemasannya. Tebuireng menjadi mercusuar pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia. Tebuireng menjadi trade mark dan identitas kaum santri.

 والله ورسوله احق واعلم بالصواب اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه واجعل الجنة مثواه وقدسه اسراره ونور ضریحه ولوالدیه ومشایخه ولساٸر المسلمین اجمعین ونفعنا الله وایاکم ببرکة علومه فی الدین والدنیا والاخرة امین

 اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎

Minggu, 04 November 2018

Inilah Manfaat Membaca Al-Qur'an bagi Kesehatan



Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh dr. Al-Qodhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci  Al-Qur'an, baik mereka yg mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar. Termasuk salah satunya dapat  menangkal berbagai macam penyakit.

Hal tersebut dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston.

Mengapa di dalam Islam, ketika kita mengaji disarankan untuk bersuara?Minimal untuk diri sendiri alias terdengar oleh telinga kita.

Berikut penjelasanya :

Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini  akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh.

Nah, Sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya.

Hal tersebut artinya harus dengan suara. Maka munculah TERAPI SUARA yang ditemukan oleh dr. Alfred Tomatis, seorang dokter di Perancis.

Sementara dr. Al-Qodhi menemukan, bahwa MEMBACA AL-QUR'AN DENGAN BERSUARA, Memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya.

Penelitian berikutnya membuktikan Sel Kanker dapat hancur dengan menggunakan FREKUENSI SUARA  saja.

Dan kembali terbukti bahwa, Membaca Al-Qur'an memiliki dampak hebat dalam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker.

Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al-Qur'an, dan di saat yang sama, sel-sel sehat menjadi aktif.

Mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi. Silakan dilihat QS. Al-Isro' ayat 82

Dan yang lebih menguatkan supaya diri ini semakin rajin dan giat membaca Al-Qur'an adalah karena menurut survei :

SUARA YANG PALING MEMILIKI PENGARUH KUAT TERHADAP SEL-SEL TUBUH, ADALAH SUARA SI PEMILIK TUBUH ITU SENDIRI.
Lihat QS. 7 ayat 55 dan QS. 17 ayat 10.

Mengapa Sholat berjama'ah lebih di anjurkan? Karena ada do'a yg dilantunkan dengan keras, sehingga terdengar oleh telinga, dan ini bisa mengembalikan sistem yang seharian rusak.

Mengapa dalam Islam mendengarkan lagu hingar bingar tidak dianjurkan? Karena survei membuktikan, bahwa getaran suara hingar bingar MEMBUAT TUBUH TIDAK SEIMBANG.

Maka kesimpulannya adalah :
  1. Bacalah Al-Qur'an di pagi hari dan malam hari sebelum tidur untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal.
  2. Kurangi mendengarkan musik hingar bingar, ganti saja dengan murotal yang jelas-jelas memberikan efek menyembuhkan.
  3. Siapa tahu kita punya potensi terkena kanker, tapi karena rajin mendengarkan murotal, penyakit tersebut bisa hancur sebelum terdeteksi.
  4. Perbaiki baca Al-Qur'an (baca dengan tartil, penuhi Hukum Tajwid), karena efek suara kita sendirilah yang paling dasyat dalam penyembuhan.
 Semoga menjadi wasilah amal kebaikan.