Selasa, 23 April 2019

Agenda Kegiatan Ramadhan 2019 M




Dalam menyongsong Bulan Suci Ramadhan yang penuh keberkahan, Ketakmiran Musholla As-Suyudi mengharap partisipasi dan dukungan dari Jamaah dan warga dalam Agenda :

Kerja Bhakti
InsyaAllah akan dilaksanakan pada :
Ahad, 28 April 2019
Pukul 07.00 sd selesai
Bidang Pekerjaan :
  1. Membersihkan areal dalam musholla pasca pengecatan
  2. Membersihkan karpet sholat
  3. Instalasi sound system untuk indoor dan outdoor
  4. Sterilisasi areal timur musholla dari benda yang berbahaya, karena areal ini termasuk untuk shaft sholat teraweh wanita.
  5. Memotong rumput di areal selatan musholla, untuk menghindari potensi hewan berbisa saat sholat teraweh
(Rumput di selatan musholla)

Realisasi :

(giat kerja bakti)

(sterilisasi areal timur)

(Memotong rumput)

(memasang lampu penjor)

(makan bersama)


.................................................................................................................................................


Takjil dan Doa Buka Puasa Bersama
Untuk jadwal permohonan takjil akan diedarkan ke jamaah dan warga. 

Bila ternyata ada yang belum terjadwal, maka dapat memberikan takjil secara sukarela dan tidak terikat waktu.


Dimohon pula bagi bapak, ibu, remaja dan anak-anak dapat hadir 30 menit dalam keadaan sudah berwudlu, untuk dzikir dan doa berbuka puasa bersama.




.................................................................................................................................................

Sholat Teraweh dan Ceramah Tematik
Sholat Teraweh delapan Rakaat, dan witir tiga rakaat. Adapun memasuki malam ke-15 disertakan doa qunut.



Ceramah tematik pada jadwal tertentu bertujuan untuk meningkatkan wawasan keilmuan agama Islam.


.................................................................................................................................................

Tadarus Al-Qur'an
Dilaksanakan bakda sholat witir dan diakhiri penggunaan pengeras suara sampai dengan pukul 23.00.

Bagi yang ingin melanjutkan tadarus dipersilakan tanpa menggunakan pengeras suara.


.................................................................................................................................................

Peringatan Nuzulul Qur'an
InsyaAllah dilaksanakan pada malam ke-17 Ramadhan, dengan teknis membaca Al-Qur'an serentak 30 juz dan doa.




Dilaksanakan Hari Selasa, 21 Mei 2019 bakda sholat Teraweh & witir
Bertempat di Musholla As-Suyudi







.................................................................................................................................................

Qiyamul Lail Malam Ganjil
InsyaAllah dilaksanakan pukul 00.30 setiap malam ganjil, pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dengan agenda :
  1. Sholat Muthlaq ( Hajat/Taubat )
  2. Sholat Tasbih
  3. Istighotsah
  4. Tahlil
  5. Doa
.................................................................................................................................................

Penerimaan & Distribusi Zakat Fitrah


InsyaAllah mulai penerimaan pada tanggal 15 Ramadhan hingga malam takbiran.
Dengan ketentuan :
  1. Perfitrah tiga kilogram beras
  2. Bila titip pembelian kepada takmir, sebesar Rp. 37.000,-/fitrah
  3. Takmir akan membantu melafalkan niat zakat fitrah, sekaligus mendoakan bagi muzakki (pezakat)

.................................................................................................................................................


Ngaji Online 
Untuk lebih meningkatkan wawasan agama dan keimanan kepada Allah SWT, maka ketakmiran membuka ruang dakwah melalui online sekaligus konsultasi tanya jawab selama di bulan Ramadhan 


Bagi yang ingin berkonsultasi tanya jawab, bisa menuliskannya di kolom komentar, di bawah postingan ini

Senin, 22 April 2019

Agenda Rutinan Pekan IV : ISTIGHOTSAH



Assalamualaikum Wr Wb.

Sesuai dengan Agenda Rutinan pekan IV yakni ISTIGHOTSAH. Mohon Kehadiran Rekan Takmir, Jamaah dan Warga pada :

Ahad, 28 April 2019
Bakda Maghrib
Di Musholla As-Suyudi
Pembacaan Istighotsah Kubro & Doa

Atas perhatian dan partsipasinya dihaturkan terimakasih.

Wassalamualaikum wr wb

Surabaya, 22 April 2019
Ketua Takmir As-Suyudi
t.t.d
Suparman, SH

.........................................................................

Istighotsah adalah sarana seorang hamba untuk mendekat, sekaligus memohon kepada Allah SWT. Agar semua hajat, impian dan keinginan dapat dikabulkan.

Maupun ketika bangsa mengalami bencana, baik bencana alam, bencana sosial, maupun terkait kepemimpinan nasional; membiasakan melaksanakan Istighotsah dalam rangka memohon petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT.

Dzikir dan do'a yang terdapat dalam Istighotsah, disusun pertama kali oleh KH. Muhammad Romli Tamim, Jombang, yang kemudian disepakati oleh para kiai sepuh NU dijadikan sebagai bacaan baku secara turun-temurun hingga sekarang.




Jumat, 12 April 2019

RUTINAN PEKAN II : KHOTMIL QUR'AN



Assalamualaikum Wr Wb.

Sesuai dengan Agenda Rutinan pekan II yakni Khotmil Qur'an. Mohon Kehadiran Rekan Takmir, Jamaah dan Warga pada :

Ahad, 14 April 2019
Mulai Bakda Shubuh sd Selesai
Di Musholla As-Suyudi
Pembacaan Khotmil Qur'an 30 Juz

Atas perhatian dan partsipasinya dihaturkan terimakasih.

Wassalamualaikum wr wb

Surabaya, 12 April 2019
Ketua Takmir As-Suyudi
t.t.d
Suparman, SH

................................................................................
Dokumentasi Foto :
(Ahad, 14 April 2019)



(Sarapan asem-asem Bandeng)

(dilanjut membenahi tembok timur musholla)

.................................................................................

Membacanya Al-Qur'an mendatangkan kebaikan, diantaranya :

Membaca Al-Qur'an adalah perdagangan yang tidak pernah merugi :
{الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)}

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

قال قتادة رحمه الله: كان مُطَرف، رحمه الله، إذا قرأ هذه الآية يقول: هذه آية القراء

Qatadah (wafat: 118 H) rahimahullah berkata, “Mutharrif bin Abdullah (Tabi’in, wafat 95H) jika membaca ayat ini beliau berkata : “Ini adalah ayat orang-orang yang suka membaca Al Quran”
 (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim).

Asy Syaukani (wafat: 1281H) rahimahullah berkata,

أي: يستمرّون على تلاوته ، ويداومونها

“Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya”
(Lihat kitab Tafsir Fath Al Qadir).

Dari manakah sisi tidak meruginya perdagangan dengan membaca Al Quran? 

Satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.

 عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ». 

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469) 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رضى الله عنه قَالَ : تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ بِتِلاَوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ ، أَمَا إِنِّى لاَ أَقُولُ بِ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلاَمٍ وَمِيمٍ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ.

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk الم , akan tetapi untuk untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan.” (Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660).

Dan hadits ini sangat menunjukan dengan jelas, bahwa muslim siapapun yang membaca Al Quran baik paham atau tidak paham, maka dia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang dijanjikan. Dan sesungguhnya kemuliaan Allah Ta’ala itu Maha Luas, meliputi seluruh makhluk, baik orang Arab atau ‘Ajam (yang bukan Arab), baik yang bisa bahasa Arab atau tidak. 

Kebaikan akan menghapuskan kesalahan.{إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ} [هود: 114] “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud: 114) 

Setiap kali bertambah kuantitas bacaan, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah.

عنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ» 

“Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468). 

Bacaan Al Quran akan bertambah agung dan mulia jika terjadi di dalam shalat.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ. قَالَ « فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ“

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar.” (HR. Muslim).
Membaca Al Quran bagaimanapun akan mendatangkan kebaikan

عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ »

“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

Membaca Al Quran akan mendatangkan syafa’at
عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
“Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).

Dan ternyata generasi yang diridhai Allah itu, adalah mereka orang-orang yang giat dan semangat membaca Al Quran bahkan mereka mempunyai jadwal tersendiri untuk baca Al Quran.


عَنْ أَبِى مُوسَى رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنِّى لأَعْرِفُ أَصْوَاتَ رُفْقَةِ الأَشْعَرِيِّينَ بِالْقُرْآنِ حِينَ يَدْخُلُونَ بِاللَّيْلِ وَأَعْرِفُ مَنَازِلَهُمْ مِنْ أَصْوَاتِهِمْ بِالْقُرْآنِ بِاللَّيْلِ وَإِنْ كُنْتُ لَمْ أَرَ مَنَازِلَهُمْ حِينَ نَزَلُوا بِالنَّهَارِ…»

“Abu Musa Al Asy’ary radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suara kelompok orang-orang keturunan Asy’ary dengan bacaan Al Quran, jika mereka memasuki waktu malam dan aku mengenal rumah-rumah mereka dari suara-suara mereka membaca Al Quran pada waktu malam, meskipun sebenarnya aku belum melihat rumah-rumah mereka ketika mereka berdiam (disana) pada siang hari…” (HR. Muslim).


Dan jikalau riwayat di bawah ini shahih tentunya juga akan menjadi dalil penguat, bahwa kebiasan generasi yang diridhai Allah yaitu para shahabat radhiyallahu ‘anhum ketika malam hari senantiasa mereka membaca Al Quran. Tetapi riwayat di bawah ini sebagian ulama hadits ada yang melemahkannya.


عَنْ أَبِى صَالِحٍ رحمه الله قَالَ قَالَ كَعْبٌ رضى الله عنه: نَجِدُ مَكْتُوباً : مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ فَظٌّ وَلاَ غَلِيظٌ ، وَلاَ صَخَّابٌ بِالأَسْوَاقِ ، وَلاَ يَجْزِى بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ ، وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَغْفِرُ ، وَأُمَّتُهُ الْحَمَّادُونَ ، يُكَبِّرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى كُلِّ نَجْدٍ ، وَيَحْمَدُونَهُ فِى كُلِّ مَنْزِلَةٍ ، يَتَأَزَّرُونَ عَلَى أَنْصَافِهِمْ ، وَيَتَوَضَّئُونَ عَلَى أَطْرَافِهِمْ ، مُنَادِيهِمْ يُنَادِى فِى جَوِّ السَّمَاءِ ، صَفُّهُمْ فِى الْقِتَالِ وَصَفُّهُمْ فِى الصَّلاَةِ سَوَاءٌ ، لَهُمْ بِاللَّيْلِ دَوِىٌّ كَدَوِىِّ النَّحْلِ ، مَوْلِدُهُ بِمَكَّةَ ، وَمُهَاجِرُهُ بِطَيْبَةَ ، وَمُلْكُهُ بِالشَّامِ

“Abu Shalih berkata: “Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kami dapati tertulis (di dalam kitab suci lain): “Muhammad adalah Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, tidak kasar, tidak pemarah, tidak berteriak di pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan akan tetapi memaafkan dan mengampuni, dan umat (para shahabat)nya adalah orang-orang yang selalu memuji Allah, membesarkan Allah ‘Azza wa Jalla atas setiap perkara, memuji-Nya pada setiap kedudukan, batas pakaian mereka pada setengah betis mereka, berwudhu sampai ujung-ujung anggota tubuh mereka, yang mengumandangkan adzan mengumandangkan di tempat atas, shaf mereka di dalam pertempuran dan di dalam shalat sama (ratanya), mereka memiliki suara dengungan seperti dengungannya lebah pada waktu malam, tempat kelahiran beliau adalah Mekkah, tempat hijranya adalah Thayyibah (Madinah) dan kerajaannya di Syam.”

Maksud dari “mereka memiliki suara dengungan seperti dengungannya lebah pada waktu malam” adalah:

أي صوت خفي بالتسبيح والتهليل وقراءة القرآن كدوي النحل
 
“Suara yang lirih berupa ucapan tasbih (Subhanallah), tahlil (Laa Ilaaha Illallah), dan bacaan Al Quran seperti dengungannya lebah”. (Lihat kitab Mirqat Al Mafatih Syarh Misykat Al Mashabih).

Salah satu ibadah paling agung adalah membaca Al Quran

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما : ضَمِنَ اللَّهُ لِمَنَ اتَّبَعَ الْقُرْآنَ أَنْ لاَ يَضِلَّ فِي الدُّنْيَا ، وَلاَ يَشْقَى فِي الآخِرَةِ ، ثُمَّ تَلاَ {فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى}

“Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Allah telah menjamin bagi siapa yang mengikuti Al Quran, tidak akan sesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat”, kemudian beliau membaca ayat :

{فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى}

“Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”. (QS. Thaha: 123) (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah).

عَنْ خَبَّابِ بْنِ الْأَرَتِّ رضى الله عنه أَنَّهُ قَالَ: ” تَقَرَّبْ مَا اسْتَطَعْتَ، وَاعْلَمْ أَنَّكَ لَنْ تَتَقَرَّبَ إِلَى اللهِ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ كَلَامِهِ “

“Khabbab bin Al Arat radhiyallahu ‘anhu berkata: “Beribadah kepada Allah semampumu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya dibandingkan (membaca) firman-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi).

عَنْ عَبْدِ اللهِ بن مسعود رضى الله عنه ، أنه قَالَ: ” مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَعْلَمَ أَنَّهُ يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ فَلْيَنْظُرْ، فَإِنْ كَانَ يُحِبُّ الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ “

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Siapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah jika dia mencintai Al Quran maka sesungguhnya dia mencintai Allah dan rasul-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi).

وقال وهيب رحمه الله: “نظرنا في هذه الأحاديث والمواعظ فلم نجد شيئًا أرق للقلوب ولا أشد استجلابًا للحزن من قراءة القرآن وتفهمه وتدبره”

“Berkata Wuhaib rahimahullah: “Kami telah memperhatikan di dalam hadits-hadits dan nasehat ini, maka kami tidak mendapati ada sesuatu yang paling melembutkan hati dan mendatangkan kesedihan dibandingkan bacaan Al Quran, memahami dan mentadabburinya”.

Rabu, 10 April 2019

UCAPAN TERIMAKASIH


Nomor :
Lampiran :
Hal : Ucapan Terimakasih

Kepada Yang Terhormat :
Donatur, Jamaah, Warga Sekalian
Di Tempat

Assalamualaikum wr. wb

"Sebelum ini, ada sekeping hati,..
Meski dalam ribuan pemikiran dan perasaan
Kini, semuanya telah sirna pada Tiada Tuhan Selain Allah."

Allah jua yang telah memberikan Petunjuk, Hidayah, dan Ma'unah Pertolongan-Nya, sehingga pujian rasa syukur selalu kita Munajatkan Kepada-Nya

Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah memberikan keteladanan, semoga kita termasuk ummat yang diberi syafaatnya di akhirat kelak.

Sehubungan telah selesai pemasangan kanopi jalan di sisi selatan Musholah As-Suyudi, disertai pelunasan pembiayaannya sebesar Rp. 59.150.000,-, maka dengan ini kami mengucapkan Terimakasih yang setinggi-tingginya kepada :
  1. Sesepuh kampung yang memberikan dorongan moril dan spirit untuk senantiasa sabar dan tabah dalam mengemban amanah ketakmiran
  2. Rekan di Ketakmiran yang  selalu ihlas, setia dan semangat dalam menyelesaikan Program Kanopisasi 
  3. Para Donatur dan Warga Masyarakat yang mencurahkan pemikiran, saran, dukungan tenaga, maupun sebagian rezekinya untuk melunasi pembiayaan.
  4. CV. Amanda Alumunium/ Bapak Bambang Ghoib, selaku vendor pemasangan kanopi yang telah merampungkan tepat waktu sebelum Bulan Suci Ramadhan.
Tiada yang bisa kami haturkan kecuali ucapan Jazakumullah Khoiron Katsiro, wa Jazakumullah Ahsanal Jaza'. Semoga Allah SWT Meridloi segala amal ibadah kita semua.

Bila dalam proses kanopisasi ini ada yang kurang berkenan, kami mohon maaf sebesar-besarnya dan mohon untuk saling memaklumi dan mengihlaskannya.

Wallahul Muwafiq ila aqwamiththoriq
wassalamualaikum wr. wb

Surabaya, 
Ketua Takmir Musholah As-Suyudi
t.t.d
Suparman, SH


Baca pula : Up date Penerimaan Dana Pemasangan Kanopi

Minggu, 07 April 2019

RUTINAN PEKAN I : Pembacaan Sholawat Nabi


Assalamualaikum wr wb

Sesuai dengan Agenda Rutin Kegiatan Pekan Pertama di Musholla As-Suyudi, Yaitu pembacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW. 

Maka dengan ini mohon kehadiran Saudara Takmir, Jamaah dan warga pada :

Ahad, 07 April 2019
Bakda Maghrib
Acara : Pembacaan Sholawat Nabi.
Di Musholla As-Suyudi

Atas perhatian dan partisipasinya dihaturkan terimakasih

Surabaya, 07 April 2019
Ketua Takmir As-Suyudi
T.t.d
Suparman, SH.

Dokumentasi, Ahad 07 April 2019




Keutamaan Sholawat Nabi :

Allah menyerukan dalam Firman-Nya :


Innallaha wa malaikatahu yusholluna alan nabiyy,  ya ayyuhal ladzina amanu shollu alaihi wa sallimu taslima

Allah menyuruh kita untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad, namun Allah juga menegaskan bahwa dalam perintah ini, Allah ikut mengamalkannya bersama para Malaikat-Nya.

Maksud Sholawat Allah dan para malaikat untuk Rasulullah, diantaranya :
  1. Allah mengasihi Nabi, dan para  malaikat memohonkan untuk beliau
  2. Sholawat dari Allah adalah Rahmad, sedangkan shalawat dari malaikat adalah permohonan ampunan (Keduanya menurut Ibnu Abbas ra.)
  3. Sholawat dari Allah adalah Pujian-Nya kepada beliau di hadapan para malaikat, sedangkan sholawat para malaikat adalah doa untuk beliau (menurut Abu al-'Aliyah)
  4. Allah dan para malaikat memberikan perhatian pada Nabi dengan cara menampakkan keterhormatan serta memuliakan keberadaan beliau (menurut Imam al-Baidhawi)
  5. Ibnu Hajar berpendapat bahwa sholawat dari Allah adalah Rahmad yang diikuti penghormatan


Sabtu, 06 April 2019

Profil Musholah As-Suyudi


Musholah As-Suyudi beralamat di Jalan Tambak Medokan Ayu Gg VI, RT 08/RW 02 Medokan Ayu Rungkut Surabaya.

Berdasarkan Surat Wakaf nomor W.5.a/83/BH/13.36.16/2011 dimaksud surat wakaf atas nama Saudara H. Gufron yang telah mewakafkan sebidang tanahnya yang sudah bersertifikat/persil 1214. dengan ukuran panjang : 13 m, lebar 10 m, luas 130 m2. Dengan batas :
  • Batas Timur : Tanah milik Bapak Bambang Harianto
  • Batas Selatan : Jalan
  • Batas Barat : Jalan
  • Batas Utara : Tanah milik Bapak Tukiyo
Adapun Ikrar Wakaf dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Dzulqo'dah 1432 M atau tanggal 27 Oktober 2011 yang dibacakan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf / Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Rungkut. Drs. H. Nurhasan, M.Ag. (Nip. 196310071989031002)

Pewakaf (Wakif) :
H. Gufron
Kelahiran : Surabaya, 18 Agustus 1965
Alamat : Jl. Masangan Kulon RT. 02 RW 01. Sukodono Kabupaten Sidoarjo.
Mewakafkan sebidang tanah miliknya sendiri untuk keperluan Musholla As-Suyudi

Wakaf tanah tersebut diurus oleh Nadzir yang diwakili oleh :
Moch Asrori
Kelahiran : Surabaya, 10 Mei 1960
Alamat : Jl. Medokan Sawah RT. 03 RW.01 No. 32 Surabaya.

Saksi-Saksi :
Moh. Erfan
Kelahiran : Surabaya, 05 Februari 1969
Alamat : Medokan Kampung RT.03 RW.02 Surabaya

Bambang Harianto
Kelahiran : Ponorogo, 15 April 1971
Alamat : Jetis Kulon I/ 49 Surabaya

Ikrar Wakaf ini dibuat rangkap tiga :
  1. Lembar Pertama untuk Nadzir
  2. Lembar Kedua untuk PPAIW
  3. Lembar Ketiga untuk Wakif
Adapun salinan Ikrar Wakaf, Akta Ikrar wakaf, Salinan Akta Ikrar Wakaf yang dipegang oleh Nadzir sudah diserahterimakan kepada Ketakmiran Musholah As-Suyudi pada Ahad, 14 Ramadhan 1437 H / 19 Juni 2016 pada masa periode Bapak Suparman, SH. selaku ketua takmirnya.

Salinan Ikrar Wakaf

Akta Ikrar Wakaf

Salinan Akta Ikrar Wakaf

Berita Acara Serah Terima Berkas Ikrar Wakaf dan Akta Ikrar Wakaf telah diserahterimakan dari Nadzir kepada Ketakmiran Musholla As-Suyudi ditandatangani oleh :
  1. Nadzir : Moch. Asrori
  2. Ketua Takmir : Suparman, SH
  3. Ketua RW 02 : H.M Khamim

Dalam ketentuan serah terima  berkas ikrar wakaf, memang menyebutkan bahwa harus disimpan dalam sebuah box brankas dan diletakkan di gudang musholla dan dipegang kuncinya oleh tiga tokoh masyarakat. 

Namun mengingat resiko kelembaban dan rayap yang pernah memakan uang kertas di kotak amal, maka untuk sementara masih disimpan di rumah pak Onny Fahamsyah (sesuai amanat personil yang ditunjuk pada serah terima) sampai batas waktu usulan yang lebih rasional dan beresiko kecil dalam penyimpanannya.

Dengan bekal kelengkapan administrasi terkait wakaf dari Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), Ketakmiran Musholla As-Suyudi berniat untuk mengurus Sertifikat Hak Tanah Wakaf ke Badan Pertanahan Negara (BPN).

Berhubung Surat Hak Milik masih satu induk dan dipegang oleh Bapak Bambang Harianto, maka butuh proses pemecahan/ Split.

Karena dari luas tanah satu kavling ukuran 10x20 meter, yang diwakafkan ke Musholah As-Suyudi adalah 10x13 meter.

Sedangkan sisanya yang ukuran 7x10 meter diberikan kepada adik pewakaf, yaitu Bapak Bambang Harianto.

Namun, pada Idul Adha tahun 2020 takmir silaturahim dengan keluarga pewakaf,  dan keluarga pewakaf menjanjikan akan memberikan surat sertifikat tanah kepada ketakmiran musholah As-Suyudi bilamana sisa tanah seluas 7x10 meter yang ada di sisi timur sudah berdiri bangunan musholah.

Dengan bekal janji tersebut, ketakmiran memulai rapat pembentukan panitia perluasan Musholah as-Suyudi, dan menyelesaikan penyusunan proposalnya

Baca pula :

Nama Musholla As-Suyudi diambil dari nama orang tua pewakaf, yaitu Almarhum Bapak Suyudi.

(Peletakan batu pertama oleh (Alm) KH. Yusuf Manan/ sesepuh kampung)

Pembangunan Musholah dimulai 8 Januari 2012, dengan swadaya masyarakat dalam pendanaan maupun tenaga kerjanya. Walhasil pada bulan Agustus 2012 atas masukan dari warga meminta untuk bisa digunakan dalam pelaksanaan sholat Teraweh di bulan suci Ramadhan saat itu.




Walaupun dengan kondisi tembok masih berupa pasangan batu-bata, lantai dari rabatan semen, sedangkan atas beratapkan langit namun tidak menyurutkan semangat jamaah sholat teraweh hingga berakhirnya Ramadhan.


Pasca Ramadhan tetap digunakan untuk sholat jamaah Rowatib, disertai dengan permintaan Tahlil Rutin setiap hari Kamis malam Jum'at.

Maka sejak itu pula pada setiap tahlil dan kirim doa di musholla, selalu dikhususkan kirim doa kepada Bapak Suyudi dan Bapak Gufron yang meninggal setelah pembangunan musholla rampung.

Kini dengan semakin padatnya warga, maka kondisi musholah melakukan penyesuaian. Baik fisik infrastruktur untuk memberikan kenyamanan, maupun suprastruktur terkait kebijakan dalam melayani ummat.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan Rahmad, Hidayah, dan Maunah pertolongannya kepada pengurus ketakmiran sehingga dapat menjalankan tanggung jawabnya secara amanah, tabah dan istiqomah.

Semoga Allah meridloi segala amal ibadah kita, dan mempertemukan kembali dalam Surga-Nya kelak.

Aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin