- Senin, 23 Februari 2026
- Ustadz M. Al-Fithrah Arufa, S.Pd.I, M.Pd.I
- Guru Pendidikan Agama Islam SMKN 5 Surabaya (STM pembangunan)
- Tema : Fiqih Puasa
Riwayat Pendidikan :
- Pondok Pesantren Jabal Noer (KH. Husein Rifa'i) Geluran, Taman Sepanjang, Sidoarjo
- Pondok Pesantren Syafi'iyah Salafiyah (KH. R. As'ad Syamsul Arifin) Situbondo, Jawa Timur
- Magister Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jogjakarta
Ringkasan Materi :
Puasa termasuk ibadah Fastabiqul Khoirot, yang juga harus mengetahui aturan main dalam "arena" pelaksanaannya. Tidak pandang bulu, siapapun boleh masuk kedalamnya.
Hal-hal yang membatalkan puasa :
1.) Masuknya sesuatu pada lubang lima, yaitu mulut, hidung, telinga, qubul, dan dubur.
- Untuk mulut, batasnya tertelan sampai tenggorokan. Bagi ibu-ibu yang mencicipi masakan pada lidah tidak sampai membatalkan puasa
- Kumur-kumur dalam wudhu adalah Sunnah, asalkan masuknya air kumur jumlahnya sama dengan yang dikeluarkan (masuk 100% keluar 100%)
- Berpuasa adalah ibadah yang paling selamat dari potensi riya', karena yang tahu adalah dirinya sendiri dan Allah
- Hidung, bagi yang "ngupil" tidak batal, asalkan tidak sampai masuk hingga ke bagian yang bila tersentuh akan terasa panas pada hidung
- Telinga, bila sebatas jari tangan yang dimasukan maka tidak batal (besar nya jari menjangkau dangkal lubang telinga), tetapi bila diganti dengan cottonbut hingga menjangkau lebih dalam lagi, menjadi batal.
2.) Muntah dengan sengaja, misalnya naik Roll Coaster lalu muntah, maka puasanya batal
3.) Menelan air ludah tidak batal, dengan syarat :
- Ludahnya sendiri
- Ludah tidak bercampur dengan sesuatu (tidak bercampur muntahan)
- Ludah masih dalam mulut
4.) Keluar Mani yang disengaja
5.) Senggama (baik keluar mani atau tidak)
6.) Haid
- kurang 5 menit berbuka, lalu haid maka tetap mendapatkan pahala puasa, namun tetap kewajiban menggantinya di lain waktu
- Bila Haid tapi tetap berdzikir, menyiapkan sahur dan berbuka bagi keluarganya, maka termasuk mendapatkan pahala puasa bagi yang dilayaninya.
7.) Nifas, melahirkan bayi maupun calon bayi
8.) Hilang Akal
9.) Murtad
======================================
- Oleh : Ustadz. M. Sofyan Hadi, M.Pd.I
- Tema Tarhib Ramadhan
- Guru Agama Islam SMKN 5 Surabaya (STM Pembangunan)
- Kamis, 19 Februari 2026
- Musholla As-Suyudi
Pendidikan :
- Pesantren Langitan, Tuban
- S1 - Tarbiyah, Universitas Sunan Ampel - Surabaya
- S-2 - Tarbiyah, Universitas Sunan Giri - Surabaya
Ringkasan Materi Kultum :
- Ramadhan bulan yang dinantikan alamnya Allah, khususnya manusia yang dihatinya ada secercah iman....pasti merindukan Ramadhan
- Bila ketika ramadhan hadir, lalu mengeluh, tidak bisa makan - merokok siangnya, maka patut dipertanyakan. jangan - jangan imannya sakit. yang paling tahu imannya adalah dirinya sendiri.
- Apabila pada awalnya belum ada kesadaran hati, mumpung masih awal Ramadhan untuk mohon kepada Allah diberikan kesadaran
- Makna "Bungah" dengan hadirnya ramadhan maka jasadnya diharamkan dari api neraka. Hormat Ramadhan seperti menerima tamu agung, maka dipersiapkan jauh-jauh hari, tetapi bila "bungah" hanya pura-pura maka disebut munafik
- Hadits Rasulullah : ada pintu surga namanya Ar-Royyan sebagai jalan masuk khusus bagi orang yang ahli puasa, khususnya puasa ramadhan dipersilakan masuk melalui pintu ar-Royyan lalu ditutup. menjadi Tiket istimewa karena bisa jadi sholatnya belum sempurna, maka pintu Ar-Royyan sebagai akses untuk masuk ke dalam surga
- Ketika di akhirat ada orang yang menerima catatan amal dan dibaca dengan lantang karena bangga dengan amal-amalnya, tetapi ada yang menerima dengan suara lirih, tapi Allah telah mengampuni karena telah lama di dunia dengan panasnya lapar. Sehingga masuk surga dibutuhkan Rahmad Allah
- Semoga Allah menerima puasa dan mendapatkan tiket untuk terbebas dari api neraka


Tidak ada komentar:
Posting Komentar